
"Melalui berbagai sudut pandang yang berbeda tentang identitas, rasa keterasingan, serta pertanyaan yang selalu berlanjut akan makna kepenariannya, pertemuan ini seperti mengenal tubuh baru,” ujar Tony.
"Islands” merupakan karya yang tidak hanya mengandalkan kekuatan visual dan teknik tari, tetapi juga membawa penonton memasuki perjalanan batin tentang identitas, keterasingan, tubuh, dan hubungan manusia dengan tempat asalnya.
Kehadiran “Islands” di Salihara menjadi penting karena karya ini tidak hanya menampilkan kolaborasi dua seniman dari dua latar budaya, tetapi juga menghadirkan pertanyaan yang lebih dalam tentang asal-usul, keterasingan, dan upaya manusia mengenali dirinya sendiri.
Di tangan Shimmering Production dan Danang Pamungkas, “Islands” tidak diperlakukan sekadar sebagai wilayah geografis, melainkan sebagai metafora tentang tubuh, ingatan, batas, dan kemungkinan untuk saling memahami.
Secara konseptual, “Islands” dapat dibaca sebagai A Dual Encounter Between Two Islands. Karya ini bergerak dari legenda seorang nelayan yang mencari jati dirinya.
Dalam upaya menyingkap kisah di balik namanya sendiri, Wang Yeu-kwn berlayar menuju negara-negara kepulauan di Asia Tenggara dan menjalin dialog dengan Danang Pamungkas melalui pengalaman tubuh dan kehidupan.
Prestasi dan konsistensi dari grup ini membuahkan hasil gemilang karena “Islands” juga telah terpilih sebagai finalis Bloom Prize, bagian dari The Rose International Dance Prize 2027 yang digelar oleh Sadler’s Wells; institusi tari terkemuka di London. “Islands” sebagai bagian dari finalis Bloom Prize akan dipentaskan pada Januari - Februari 2027 di London.