
Hingga saat ini, lebih dari 50 produk AI medis telah memperoleh persetujuan regulasi, termasuk untuk mendukung deteksi dini kanker, prediksi kejadian kardiovaskular, dan dukungan pengambilan keputusan klinis.
Taiwan juga memiliki 13 rumah sakit yang masuk dalam daftar “World’s Best Smart Hospitals 2026” versi Newsweek, menempatkan Taiwan di posisi kedua di Asia dan menunjukkan daya saing internasional yang kuat.
Selain itu, Taiwan tengah mengembangkan platform federated learning yang memungkinkan validasi model AI lintas institusi dan lintas negara tanpa perlu memindahkan data sensitif, serta telah memulai kerja sama dengan mitra di Asia Tenggara guna membangun model pertukaran data internasional yang terpercaya.
Penyakit tidak mengenal batas negara, dan tata kelola kesehatan global memerlukan kolaborasi yang menyeluruh. Taiwan telah membangun ekosistem layanan kesehatan pintar yang digerakkan oleh data, didukung AI, dan diperkuat melalui standar interoperabilitas.
Oleh karena itu layanan kesehatan dapat diperluas dari rumah sakit ke komunitas dan kehidupan sehari-hari guna mewujudkan pelayanan kesehatan holistik. Pengalaman praktis Taiwan menunjukkan kapasitasnya untuk berkontribusi secara nyata kepada komunitas internasional.
Namun demikian Taiwan hingga kini masih belum memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi secara penuh dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) beserta mekanisme terkaitnya.
Resolusi Majelis Umum PBB 2758 dan Resolusi World Health Assembly (WHA) 25.1 tidak menyebut Taiwan maupun melarang partisipasi Taiwan dalam WHO dan WHA.