×
Santri Sehat, Pesantren Kuat Demi Masa Depan Kesehatan
Kolaborasi Universitas Hang Tuah Pekanbaru dan Pesantren Ma’had Tafaqquh
riau | Senin, 26 Januari 2026 | 16:41:43 WIB
Editor : RED | Penulis : RLS/TIRA
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hang Tuah Pekanbaru memberikan Edukasi Kesehatan kepada para santri di Pesantren Mahad Tafaqquh (Foto: Tira).

KAMPAR - Bukan sekadar acara seremonial, bukan pula penyuluhan biasa. Begitulah kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masayarakat Peminatan Promosi Kesehatan Universitas Hang Tuah Pekanbaru di Pesantren Ma’had Tafaqquh, Desa Lubuk Sakat, Kabupaten Kampar.

Sejak pagi Jumat (23/1/2026) pekan kemarin, pesantren tersebut berubah menjadi ruang tumbuhnya peradaban sehat. Di mana nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan kesadaran kesehatan bertemu dalam satu gerakan bersama.

Melalui kegiatan itu juga dilaksanakan pelantikan pengurus Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) “Santri Husada”, dilanjutkan dengan edukasi interaktif Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta bakti sosial pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis bagi para santri.

Baca :

Di sinilah perubahan dimulai. Ketika santri bukan hanya belajar ilmu, tetapi juga membangun kesadaran menjaga Kesehatan, sebagai amanah pribadi dan tanggung jawab sosial. Pesantren sebagai Pusat Promosi Kesehatan Berbasis Umat

Dalam sambutannya, Dr Emy Leonita SKM MPH, dosen Pascasarjana Universitas Hang Tuah Pekanbaru, menegaskan bahwa pesantren memiliki kekuatan strategis sebagai pusat promosi kesehatan berbasis komunitas.

Menurutnya, Poskestren tidak boleh dipahami semata sebagai tempat berobat. “Poskestren bukan hanya upaya kuratif. Ia adalah pusat gerakan promotif dan preventif—tempat edukasi, pembinaan, dan penggerak budaya hidup bersih dan sehat di pesantren. Ketika santri sehat, pesantren menjadi kuat. Dan ketika pesantren kuat, umat memiliki masa depan yang lebih berkualitas,” tegasnya.

Ia juga menekankan catatan penting bahwa keberhasilan Poskestren sangat ditentukan oleh :
a. Penguatan peran santri sebagai kader kesehatan pesantren,
b. Pendekatan promotif–preventif yang berkelanjutan,
c. Integrasi program kesehatan dengan aktivitas pesantren sehari-hari, serta
d. Pemanfaatan data hasil skrining, pretest, dan observasi sebagai dasar perencanaan kegiatan 
lanjutan (evidence-based health promotion).


Pilihan Editor
Berita Lainnya
opini
Dewan Pendidikan "Si Macan Ompong"
Rabu, 22 April 2026 | 12:58:43 WIB
Riau
Opini
Gambar Artikel
Dewan Pendidikan "Si Macan Ompong"
Rabu, 22 April 2026 | 12:58:43 WIB
Pilihan Redaksi
Gambar Artikel
Dewan Pendidikan "Si Macan Ompong"
Rabu, 22 April 2026 | 12:58:43 WIB
Nasional
Advertorial
Gambar Artikel
Penjualan Mobil di April Turun
Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB