
Oleh : Dr. Chung-Liang Shih
SELAMA beberapa dekade hepatitis C telah menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global, dengan sekitar 58 juta orang hidup dengan infeksi kronis di seluruh dunia.
Meskipun belum tersedia vaksin, hepatitis C kini dapat disembuhkan melalui terapi antivirus kerja langsung (direct-acting antivirals/DAA) yang sangat efektif, dengan durasi pengobatan hanya 8–12 minggu.
Menyadari peluang ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan Deklarasi Glasgow tentang Hepatitis Virus pada 2015, dengan target ambisius untuk memberantas hepatitis virus sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030.
Sejalan dengan Guidance for Country Validation of Viral Hepatitis Elimination dari WHO serta kerangka Path to Elimination (PTE), Taiwan telah mencapai target programatik Tingkat Emas (Gold Tier) untuk pemberantasan hepatitis C.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen politik yang kuat serta integrasi sistematis upaya pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan hepatitis dalam sistem layanan kesehatan universal.
Melalui Layanan Kesehatan Preventif Dewasa untuk hepatitis B dan C, serta cakupan terapi DAA dalam program Asuransi Kesehatan Nasional, Taiwan telah memperluas akses terhadap skrining dan pengobatan secara signifikan.