
“Sinergi ini penting agar pembinaan pemuda tidak berjalan parsial, tetapi terarah dan berdampak luas,” ungkapnya.
Selain dengan kalangan akademisi, Amanah juga mulai menjajaki kolaborasi dengan pemerintah daerah. Dalam kunjungan ke gedung Amanah, Wali Kota Banda Aceh menyoroti potensi kerja sama di sektor ekonomi kreatif sebagai ruang baru bagi pengembangan anak muda.
Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan visi Amanah untuk menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi generasi muda.
Di sisi lain, dukungan terhadap penguatan peran pemuda juga datang dari berbagai pihak. Pemerintah mendorong agar organisasi kepemudaan mampu menjadi motor penggerak pembangunan berbasis kreativitas dan inovasi, khususnya di daerah.
Dengan rangkaian kolaborasi ini, Amanah menegaskan komitmennya untuk memasuki fase baru dengan pendekatan yang lebih terintegrasi—menggabungkan aspek pendidikan, pengembangan karakter, hingga penciptaan peluang ekonomi.
Ke depan, Amanah berharap sinergi lintas sektor ini dapat melahirkan ekosistem pembinaan pemuda Aceh yang lebih kuat, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.