
Pendekatan kolaboratif yang diusung dinilai relevan dalam menjawab tantangan sosial ekonomi, termasuk pengangguran dan kemiskinan. Melalui program yang lebih terarah, AMANAH diproyeksikan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi motor penggerak ekonomi kreatif.
Ketua Yayasan AMANAH, Dr Saifullah Muhammad menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas serta perubahan pola pikir dalam mengelola potensi daerah.
“Pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi yang kuat, manajemen yang efektif, serta kemauan untuk memaksimalkan potensi yang ada,” pungkas Saifullah Muhammad.
Relaunching ini juga menandai penguatan program berbasis inovasi dan teknologi, termasuk pengembangan hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi dan nilam. Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga membuka peluang ekspor dan investasi yang lebih luas.
Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, AMANAH diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Aceh. Sinergi yang terbangun melalui relaunching ini memperkuat optimisme bahwa hilirisasi kreatif dapat menjadi pendorong utama dalam menciptakan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (rls)