
Selain itu, revisi Undang-Undang Cipta Kerja ditargetkan rampung sebelum Oktober 2026 sesuai amanat Mahkamah Konstitusi.
Terkait pekerja ojek daring, Andi Gani menyebut, Pemerintah tengah menyiapkan solusi komprehensif, termasuk jaminan kesehatan dan sosial bagi para pekerja di sektor tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan bahwa May Day harus menjadi momentum memperkuat sinergi nyata antara Pemerintah dan pekerja, bukan hanya seremoni tahunan, sebab pemerintah bukan sekadar pengatur regulasi, melainkan mitra strategis bagi para pekerja.
"Pesan utama yang harus hadir adalah posisi pemerintah sebagai mitra buruh. Kita ingin komunikasi dan kolaborasi diperkuat agar di tengah dinamika global, pemerintah dan pekerja tetap solid saling mendukung," ujar Rico.
Dengan skala perayaan yang besar di ibu kota dan dukungan berbagai pihak, May Day 2026 mencerminkan wajah baru hubungan industrial di Indonesia. Dari sekadar peringatan historis, Hari Buruh kini berkembang menjadi ruang kolaborasi nyata, tempat pemerintah dan pekerja berdiri berdampingan, merumuskan masa depan dunia kerja yang lebih adil dan berkelanjutan.