
JAKARTA - Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) meluncurkan lima lembaga strategis bertepatan dengan peringatan Milad ke-3 organisasi tersebut yang digelar di Beatriss Resto dan Cafe, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026) malam.
Ketua Umum PMRI, Rusli Effendi, mengatakan peluncuran lima lembaga tersebut menjadi bentuk penguatan organisasi sekaligus perluasan pengabdian PMRI bagi masyarakat Riau di perantauan maupun di daerah.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, saya selaku Ketua Umum resmi meluncurkan lima lembaga strategis PMRI,” kata Rusli Effendi dalam pidatonya pada acara tasyakuran Milad ke-3 PMRI.
Adapun lima lembaga yang diluncurkan tersebut yakni Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PMRI, Lembaga Kajian Riau Cemerlang, Yayasan Riau Bedelau, Badan Usaha Kewirausahaan (BUM) PMRI, serta Lembaga Pemberdayaan Perempuan/Sanggar PMRI.
Rusli menjelaskan, LBH PMRI dipimpin Farhat Abbas dan akan berfokus pada advokasi hukum bagi masyarakat Riau di perantauan. Sementara Lembaga Kajian Riau Cemerlang yang dikomandoi eks Ketua KPU Riau, Nurhamin, diarahkan menjadi pusat kajian strategis organisasi.
Kemudian, Yayasan Riau Bedelau dipimpin M. Nasir Tajang dengan fokus pada kegiatan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan BUM PMRI yang dipimpin Gamma Quieto Riantori diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi organisasi dan penciptaan lapangan kerja.
Adapun Lembaga Pemberdayaan Perempuan/Sanggar PMRI dipimpin Rosmawita Saleh dan akan menjadi wadah pemberdayaan perempuan serta pelestarian seni dan budaya Melayu.