×
Ikhtiar PHR Dukung Aksi Selamatkan Bumi
ekonomi | Kamis, 5 September 2024 | 11:39:00 WIB
Editor : Deslina | Penulis : PE*
Panel surya membentang di sekitar Kawasan Komplek Perumahan Pertamina (Komperta) PHR, Rumbai. Panel surya sebanyak 64.000 unit ini juga terdapat di Duri dan Dumai. Lokasi dan kondisi geografis WK Rokan memberikan potensi output daya fotovoltaik tinggi untuk instalasi PLTS, yang merupakan sumber energi penghasil listrik ramah lingkungan. (PHR for PE)

Berkolaborasi dengan PT Pertamina Power Indonesia selaku Subholding Pertamina, PHR menghadirkan 64.000 unit panel surya yang tersebar di Rumbai, Duri dan Dumai. Lokasi dan kondisi geografis WK Rokan memberikan potensi output daya fotovoltaik tinggi untuk instalasi PLTS, yang merupakan sumber energi penghasil listrik ramah lingkungan.

Kapasitas produksi yang akan dihasilkan PLTS sebesar 25 MWp dengan potensi efisiensi sebesar USD 4,3 juta per tahun. PLTS juga menghasilkan energi sebesar 32,42 GWh per tahun. Tidak hanya mengurangi emisi karbon sebanyak 23.000 ton pertahun, namun juga mengurangi pemakaian bahan bakar gas sebesar 32 MMSCF per tahun.

“Keberadaan PLTS tentunya sangat membantu dalam mengurangi pemanasan global yang dapat mengakibatkan perubahan iklim,” kata Corporate Secretary PHR Rudi Ariffianto, Rabu (4/9/2024).

Baca :

PHR turut andil dalam menjaga konservasi alam dan pelestarian habitat Gajah Sumatra (Elephants maximus sumatranus) di sekitar wilayah operasi di WK Rokan. Upaya konservasi Gajah Sumatra diperkuat dengan Program Agroforestri yang melibatkan masyarakat di sekitar area jelajah (home range) gajah liar.

Bersama penggiat pecinta alam Rimba Satwa Foundation (RSF) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, PHR mendorong pemulihan habitat gajah dengan menanam tanaman pakan di area perlintasan gajah serta menanam tanaman yang rendah gangguan atau tidak disukai gajah namun bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

“Inisiatif program agroforestri ini memiliki manfaat yang multi dimensi. Selain mendukung pengurangan jejak karbon melalui penanaman pohon, gerakan ini sekaligus menjaga keanekaragaman hayati, memberdayakan ekonomi masyarakat serta memperbesar ruang agar gajah dapat hidup harmonis berdampingan masyarakat,” ucap Rudi. 

Adapun luas area yang telah ditanam saat ini sekitar 225 hektar. Membentang di dua kantong populasi gajah di kawasan hutan Giam Siak Kecil, Kabupaten Siak dan Balairaja, Kabupaten Bengkalis. Sedangkan untuk penanaman pohon pengkayaan pakan gajah mencapai 400 hektar.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
opini
Dewan Pendidikan "Si Macan Ompong"
Rabu, 22 April 2026 | 12:58:43 WIB
Riau
Opini
Gambar Artikel
Dewan Pendidikan "Si Macan Ompong"
Rabu, 22 April 2026 | 12:58:43 WIB
Pilihan Redaksi
Gambar Artikel
Dewan Pendidikan "Si Macan Ompong"
Rabu, 22 April 2026 | 12:58:43 WIB
Nasional
Advertorial
Gambar Artikel
Penjualan Mobil di April Turun
Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB