
Biogas yang dimanfaatkan berasal dari kotoran ternak yang diolah menjadi energi alternatif. Pada 2023, inovasi pengolahan energi terbarukan ditingkatkan, tidak lagi hanya menggunakan kotoran sapi, namun energi juga dihasilkan dari kotoran kambing, limbah ampas tahu bahkan kotoran manusia.
Sejauh ini, total energi yang dihasilkan dari 21 unit instalasi biogas mencapai 288 kWh perhari atau 105.402 kWh pertahun. Warga juga bisa menghemat penggunaan LPG secara rerata tiga tabung perbulannya atau setara Rp 75.000 per bulan.
Tidak hanya menghasilkan energi, instalasi biogas turut memberikan efek berganda bagi masyarakat. Kelompok masyarakat binaan PHR ini juga mampu memproduksi bioslurry atau pupuk cair dan padat hingga menjadi pundi-pundi pendapatan baru bagi masyarakat.
“Sejumlah program TJSL dalam pilar lingkungan menjadi ikhtiar nyata PHR dalam mendukung aksi jaga iklim dunia pada 2060. Mengusung kolaborasi pentahelix, PHR ambil bagian dalam menciptakan iklim lingkungan yang sehat untuk generasi mendatang,” tukasnya.*