
Saifullah juga mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai potensi manipulasi data serta memastikan proses seleksi berjalan bersih dan transparan.
“Waspadai manipulasi data dan intervensi pihak luar. Semua harus menjaga proses ini,” ucapnya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
“Pelaku kekerasan akan ditindak tegas, bisa langsung diberhentikan tanpa peringatan. Pendidikan harus damai dan inklusif, tidak boleh ada intoleransi di sekolah,” jelasnya.
Dalam proses pembinaan, peran wali asuh dinilai sangat penting untuk mendampingi siswa secara intensif serta melakukan deteksi dini terhadap potensi perilaku menyimpang.
“Jika ditemukan perilaku menyimpang, akan dilakukan rehabilitasi. Pendampingan menjadi kunci utama,” imbuhnya.
Di sisi lain, kedisiplinan juga menjadi bagian integral dari sistem pendidikan Sekolah Rakyat, termasuk dalam penerapan aturan pembelajaran sehari-hari.