
“Aturan ini wajib dipatuhi oleh seluruh siswa. Kedisiplinan menjadi bagian penting pendidikan,” kata Saifullah.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh menambahkan bahwa program ini tetap membuka ruang usulan berbasis temuan lapangan untuk melengkapi data yang ada.
“Jika ditemukan layak, usulan bisa diajukan melalui tim. Ini melengkapi data yang ada,” pungkasnya.
Dengan sistem seleksi yang transparan, berbasis data, serta penguatan pembinaan karakter, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus menjadi instrumen efektif dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia.