
Ketua Yayasan AMANAH Syaifullah Muhammad turut menjelaskan bahwa AMANAH akan terus dikembangkan sebagai pusat pengembangan keterampilan lintas sektor. “AMANAH memiliki banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan anak-anak muda Aceh, mulai dari pelatihan pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, UMKM, robotik, hingga rumah produksi nilam dan kopi beserta produk turunannya,” katanya. Ia berharap keberadaan AMANAH mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui kreativitas pemuda.
Sementara itu, Wali Nanggroe mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam pembangunan. “Pembangunan jangan hanya berorientasi pada gedung dan ruko semata, tetapi harus menjaga keseimbangan alam, keindahan, serta karakter Aceh. Aceh harus modern, namun tetap bernuansa keacehan yang kuat,” tegasnya.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, relaunching AMANAH pada 23 April 2026 mendatang diharapkan menjadi titik awal lahirnya ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terintegrasi. Program ini diproyeksikan mampu melahirkan generasi muda Aceh yang inovatif, mandiri, dan siap bersaing di tingkat global.***