
Penanggung jawab ekspedisi, Ir. Hayatdin, M.M., menyampaikan bahwa pendakian itu bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membawa pesan kemanusiaan.
“Setiap langkah di jalur pendakian adalah doa dan bentuk empati terhadap penderitaan saudara-saudara kita di Palestina. Kami ingin menunjukkan bahwa melalui hobi dan kecintaan terhadap alam, kita juga bisa membawa pesan perjuangan dan kemerdekaan,” ujarnya.
Sementara itu Ketua BSP 2025, Nur Hadis menyatakan, pendakian Gunung Raung menjadi simbol nyata semangat kebersamaan dan kepedulian bangsa Indonesia terhadap Palestina. Setiap langkah para pendaki mencerminkan perjalanan hati menuju kesadaran kemanusiaan yang lebih dalam.
Menurut Nur Hadis, para pendaki yang tiba di puncak gunung tidak hanya mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia, tetapi juga membawa pesan solidaritas dari seluruh rakyat Indonesia.
Di sisi lain, lanjutnya, kolaborasi AWG dengan Salam Aid dalam pelaksanaan BSP 2025 menjadi bukti bahwa perjuangan untuk Palestina adalah gerakan kolektif yang lahir dari kebersamaan dan keikhlasan.
Perjuangan untuk Palestina bukanlah perjuangan satu orang atau satu kelompok, tetapi perjuangan bersama, perjuangan berjamaah, dan ini menjadi semangat tema BSP 2025: ‘Bergerak Berjamaah Bangun Kembali Gaza Demi Pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina.'
Melalui ekspedisi ini AWG menyerukan agar semangat solidaritas terhadap Palestina tidak berhenti pada simbol semata, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan nyata yang membela kemanusiaan dan menegakkan keadilan.