
“Angka tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada ruang perbaikan yang harus terus dilakukan,” ujarnya.
Pemerintahan Prabowo tidak semata bertumpu pada legitimasi mayoritas, melainkan berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang adil, inklusif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Kritik dan masukan publik dipandang sebagai energi positif untuk memperbaiki kinerja pemerintah ke depan.
“Survei kepuasan publik bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk mengukur dan memperbaiki kinerja pemerintah,” tegasnya.
Untuk diketahui, Indikator Politik Indonesia merilis survei awal 2026 yang menunjukkan mayoritas publik puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Survei melibatkan 1.220 responden dan dilaksanakan pada 15–21 Januari 2026.
Hasil survei menunjukkan 79,9 persen responden puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, terdiri atas 13 persen sangat puas dan 66,9 persen puas.
Partai Gerindra menilai kepemimpinan Presiden Prabowo semakin menunjukkan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Pemerintah pun diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pembangunan nasional berjalan secara berkelanjutan dan merata. ***