
“Saya betul-betul merasa terharu karena diberi penghargaan ini. Beberapa waktu lalu saya dihubungi oleh panitia untuk segera hadir ke Surabaya untuk menerima penghargaan ini,'' ujar Guru Besar di International Islamic University Malaysia (IIUM) ini.
''NU adalah organisasi yang sangat besar dan sangat dihormati dengan kiprahnya yang sangat luar biasa. Penghargaan ini seperti pengakuan akan kontribusi kecil kami untuk kemashlahatan umat sejagat,” ujar Irwandi, yang sengaja datang dari Kuala Lumpur.
Bapak empat orang anak ini memang dikenal sebagai salah satu Diaspora Indonesia paling cemerlang yang mengukir prestasi di luar negeri. Selain menjadi Profesor di IIUM, Irwandi juga sering diminta membantu pembangunan industri halal di berbagai negara, termasuk Saudi Arabia. Dan, sejak dua tahun terakhir Irwandi juga menjadi dosen di Universitas Negeri Padang.
Pakar Halal Dunia
Prof. Dr. Irwandi Jaswir merupakan penerima King Faisal International Prize 2018 dalam kategori Service to Islam, yang dianugerahkan oleh King Faisal Foundation, Kerajaan Arab Saudi.
Beliau dikenal luas sebagai seorang ilmuwan dibidang Sains Halal yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan masyarakat Muslim serta secara konsisten mengabdikan dirinya untuk Islam melalui berbagai penelitian ilmiah yang berkelanjutan mengenai isu-isu terkait halal.
Irwandi meyakini pentingnya prinsip “memberikan kembali” kepada umat Islam dengan cara mempublikasikan seluruh hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah, buku, maupun bab dalam buku; menyelenggarakan pelatihan di berbagai bidang yang berkaitan dengan halal; terlibat aktif dalam pendidikan; serta memberikan kontribusi melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.