×
MBG : Solusi cerdas dan patriotis mempersiapkan generasi tangguh masa depan
opini | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:28:25 WIB
Editor : RED | Penulis : Erlangga Pratama
Anak-anak menerima MBG di sekolah. (Foto: dok)

PRESIDEN Prabowo Subianto memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan di tengah efisiensi anggaran imbas krisis global. Menurutnya, penghematan bisa difokuskan pada sektor lain.

Penegasan Prabowo itu disampaikan dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan di YouTube Prabowo Subianto pada Minggu (22/3/2026). Presiden menegaskan akan mempertahankan program MBG demi pemenuhan gizi ke rakyat, karena dirinya banyak menemukan anak-anak stunting saat kampanye.

"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda tidak melihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak 'umurmu berapa?' 11 tahun. Badannya anak 4 tahun," kata Prabowo dan optimis anggaran negara mampu untuk meneruskan program MBG.

Baca :

Menurutnya, masih banyak sektor lain yang bisa dihemat tanpa harus mengorbankan program strategis tersebut. MBG sudah diterapkan lebih dari 100 negara. Indonesia merupakan negara ke-77 yang memulai program tersebut.

Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG mendapat perhatian dari lembaga internasional, termasuk Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB. Berdasarkan kajian mereka, setiap dolar yang diinvestasikan dalam program tersebut dapat menghasilkan manfaat berlipat, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

"Saya didatangi Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ngecek kita punya SPPG dan dia datang ke saya, dia mengatakan, 'This is the best investment, Mr. President you have made the best'. Do you know why? Karena satu dolar di spend di MBG the return is between 7 and 35, in the long run 35, in the short run 7 dolar, dan ini dari Rockef Institute ya. Ini juga world food program dari PBB," ujarnya.

Presiden mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan. Pemerintah telah menindak sejumlah pelanggaran, termasuk menutup lebih dari seribu titik layanan yang tidak sesuai standar. Menurutnya, program MBG menjadi sangat berarti bagi kelompok yang selama ini belum menikmati pertumbuhan ekonomi secara merata, khususnya di daerah-daerah di luar Pulau Jawa yang dinilai masih sangat membutuhkan dukungan tersebut. "The top 10-20% maybe menikmati. Tapi kebanyakan kita sangat susah hidupnya selama ini. Can you imagine begitu bahagianya mereka terima? Kalau anak orang kaya yang di yang di Menteng ya dia enggak perlu ini," imbuhnya.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
nasional
Tim Penyelaras PWI Pusat Rampungkan AD/ART Lebih Cepat dari Target
Senin, 27 April 2026 | 20:26:44 WIB
nasional
GA CAJ 2026 Bahas Suksesi Kepemimpinan hingga Era Jurnalisme AI
Senin, 27 April 2026 | 14:59:42 WIB
riau
Kapolres dan Wabup Rohil Lepas CJH Panipahan
Sabtu, 25 April 2026 | 11:49:35 WIB
Riau
Gambar Artikel
Kapolres dan Wabup Rohil Lepas CJH Panipahan
Sabtu, 25 April 2026 | 11:49:35 WIB
Opini
Gambar Artikel
Dewan Pendidikan "Si Macan Ompong"
Rabu, 22 April 2026 | 12:58:43 WIB
Pilihan Redaksi
Gambar Artikel
Kapolres dan Wabup Rohil Lepas CJH Panipahan
Sabtu, 25 April 2026 | 11:49:35 WIB
Nasional
Advertorial
Gambar Artikel
Penjualan Mobil di April Turun
Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB