
Faktanya? Guru hari ini dikejar E-Kinerja. Upload RPP, foto kegiatan, video refleksi. Tidak upload, tunjangan telat. 18.432 guru honorer Riau gajinya Rp300-800 ribu, tapi bebannya sama dengan PNS: administrasi menumpuk.
Akibatnya? Waktu guru habis di depan laptop, bukan di depan anak. Hati guru habis buat takut telat upload, bukan buat dengar curhat murid. Kita punya 74.890 guru sertifikasi. Tapi Angka Putus Sekolah SMA 1,75%, di atas nasional.
Artinya sertifikasi menaikkan gaji, tidak menaikkan hati. Paedagogik mati, hubungan guru-murid jadi transaksional. Sekolah rasa pabrik. Murid rasa produk gagal.
4,1 T Untuk Apa Kalau Tiga Ilmu Ini Mati?
APBD Pendidikan Riau Rp4,1 triliun per tahun. Tiga tahun Rp12,3 triliun. Hasilnya? APS naik 0,52%. Literasi nol koma nol.
Artinya Rp1 triliun uang rakyat cuma bisa narik 1.300 anak ke sekolah dan tidak bisa gerakkan Literasi 1 poin pun. Mahal sekali biaya guru yang jago ADM tapi buta jiwa.
Kita bisa tambah 49 sekolah Akreditasi A dalam 3 tahun. Tapi tidak bisa tambah 1 poin Literasi. Karena akreditasi nilai kertas. Literasi nilai anak. Dan anak tidak bisa dibohongi pakai format.
Saatnya Guru Kuliah Lagi: JIWA, CARA, DAN HATI
Stop bimtek Zoom. Stop lomba administrasi. Ini 3 resep mendidik, bukan menghafal: