
Menatap Masa Depan Golkar Riau
Golkar Riau memerlukan pemimpin yang tidak hanya populer, tetapi juga mampu merawat kader, memperkuat organisasi, dan mengembalikan semangat kebersamaan. Musda seharusnya menjadi ajang demokratis, bukan arena transaksional. Siapa pun yang terpilih, Golkar harus memastikan proses ini menjadi momentum konsolidasi, bukan fragmentasi.
Namun jika partai ingin mempertahankan jati dirinya sebagai partai kader, maka pilihan logis dan paling sehat untuk Golkar Riau saat ini adalah mengembalikan kepemimpinan kepada kader sejati disinilah nama Yulisman tampak lebih menjanjikan.
Golkar telah melewati banyak ujian sejak reformasi, dari konflik internal, perubahan kepemimpinan nasional, hingga dinamika elektoral. Perebutan kursi Ketua DPD I Riau hanyalah salah satu bab dari perjalanan panjang itu. Namun seperti pepatah lama Golkar: “yang bertahan adalah yang berakar.”
Dan dalam konteks Riau hari ini, akar itu tampaknya bernama Yulisman. ***
*) Amril Jambak, Peneliti Centre of Risk Strategic Intelligence Assessment (Cersia)