
Ketika negara lemah, lalu ilmu diam, maka pihak ketiga menjadi penentu arah.
Dan arah itu nyaris selalu menuju eksploitasi yang diperhalus dengan istilah investasi.
Tidak ada investasi yang pantas jika harga yang dibayar adalah nyawa dan masa depan rakyat.
Masyarakat Hanya Jadi Penonton dalam Pertarungan Kepentingan Elite.
Rakyat adalah korban paling depan dan penyintas paling belakang.
Mereka tak memiliki kekuatan menolak, tak punya akses informasi, dan tak punya ruang untuk berpendapat dalam proses perizinan.
Sementara itu, kebijakan sering ditentukan bukan di ruang publik, tetapi di ruang pertemuan tertutup antara elite politik dan elite ekonomi.