
Jakarta - Tingginya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo tidak membuat pemerintah dan Gerindra berpuas diri.
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, survei dijadikan evaluasi, dengan tetap mendengar dan merespons suara minoritas sebagai dasar perbaikan kebijakan.
Sufmi Dasco menyatakan, catatan penting selain hasil survei menjadi perhatian, termasuk soal peningkatan ekonomi dan pemerataan bantuan, sebagai masukan evaluasi kinerja pemerintah untuk perbaikan kebijakan yang lebih merata dan efektif.
“Meski hanya 2-3 persen, itu cukup berarti dan penting,” ungkap Sufmi Dasco kepada Media.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari besarnya dukungan publik, tetapi juga dari kemampuan mendengar dan merespons suara minoritas yang menyatakan ketidakpuasan.
“Catatan itu, akan menjadi perhatian pemerintah dan perhatian Pak Prabowo, sebagai bahan introspeksi,” tuturnya.
Dasco menilai angka 2 persen publik yang menyatakan tidak puas merupakan masukan penting yang tidak boleh diabaikan. Sikap ini, mencerminkan karakter kepemimpinan Presiden Prabowo yang terbuka terhadap evaluasi dan introspeksi.