
3. 2024-2026: Larangan Perpisahan di Hotel. Dalih: mencegah pungli. Dampak: kreativitas siswa dibatasi, ekonomi lokal tidak bergerak. Solusi pengganti: nihil.
4. 2025-2026: Wacana Larangan Study Tour. Dalih: rawan kecelakaan. Dampak: pengalaman belajar kontekstual hilang. Solusi pengganti: belum ada.
Pola yang berulang: *Ada masalah → Terbitkan larangan → Masalah dianggap selesai*. Padahal larangan hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikan. Siswa tetap butuh transportasi, tetap butuh teknologi, tetap butuh ruang berekspresi. Ketika kebutuhan tidak difasilitasi, mereka cari jalan sendiri yang lebih berisiko.
2. Fallacy Kebijakan Larangan: 3 Cacat Nalar
Cacat Nalar 1: Menghukum Mayoritas karena Kesalahan Minoritas.
Karena 2% siswa ugal-ugalan, 98% siswa lain dilarang bawa motor. Karena 5% sekolah pungli perpisahan, 95% sekolah lain yang tertib ikut dihukum. Ini bukan keadilan. Ini kemalasan berpikir. Pejabat ber-ruh pendidikan akan menghukum yang salah, bukan membatasi yang benar.
Cacat Nalar 2: Menganggap Sekolah sebagai Lembaga Pemasyarakatan.