
Akibatnya, rapat dewan isinya nostalgia: “Zaman saya dulu…”. Sementara zaman sekarang anak putus sekolah, mereka bahas kenangan. Macan ompong karena memang sudah tua dan tidak mau lari.
Ketiga: Ompong Karena Tidak Tahu Mau Gigit Apa
Coba tanya: “Data Rapor Pendidikan Riau apa? APS SMA berapa? APM SMP berapa?” Banyak yang tidak hapal.
Bagaimana mau mengawasi kalau tidak pegang data? Bagaimana mau kasih pertimbangan kalau tidak paham masalah? Macan yang buta peta akan muter-muter di kandang sendiri lalu tidur.
3. Akibatnya: Hutan Pendidikan Dikuasai Serigala
Saat macan ompong, serigala berkuasa. Siapa serigala di KM Pendidikan Riau?
1. Serigala Proyek: Bangun gedung Rp40 M tapi 11 kecamatan tidak punya SMA. Macan diam.
2. Serigala Pungli: 1.342 aduan seragam dan LKS. Macan cuma “prihatin”.
3. Serigala Kebijakan Halusinasi: SE Larangan tanpa solusi bikin 12% siswa bolos. Macan manggut-manggut.
Hutan tanpa macan yang menggigit akan dikuasai serigala. Dan yang jadi korban selalu kijang: siswa miskin dan guru honorer.